Monotoneminimal.com – Pembangunan tanggul untuk Kelompok Pembudi Daya Ikan atau Pokdakan menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengungkapkan hal tersebut dalam keterangannya dari Jakarta pada Minggu.
Misbakhun menyebut bahwa inisiatif CSR ini selaras dengan komitmen pemerintah, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, CSR berupa pembangunan tanggul merupakan langkah konkret untuk mendukung sektor perikanan.
Dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan proyek ini, Misbakhun melakukan tinjauan langsung di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, bersamaan dengan kegiatan safari Ramadhan. Tanggul yang dibangun oleh BRI memiliki panjang 1.600 meter dan memakan waktu pembangunan selama 60 hari, sementara tanggul oleh Bank Mandiri sepanjang 1.500 meter diselesaikan dalam 45 hari. Proyek ini ditujukan untuk memberikan perlindungan bagi tambak nelayan dari ancaman banjir bandang.
Misbakhun berharap keberadaan tanggul ini akan mendorong petambak ikan dalam aktivitas budidaya mereka, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal dari sektor perikanan. Dalam kesempatan yang sama, ia melakukan dialog dengan warga untuk menyerap aspirasi terkait gejolak ekonomi dan geopolitik yang berpengaruh pada stabilitas energi global.
Misbakhun juga menekankan bahwa pemerintah terus mengupayakan ketersediaan energi nasional di tengah tantangan global, serta memastikan kepada masyarakat bahwa pasokan energi, baik bahan bakar maupun listrik, tetap terjaga. Bahlil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, juga menyatakan kesiapan pemerintah menghadapi berbagai kemungkinan situasi demi menjaga ketahanan energi bagi masyarakat.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1000001710.jpg)