Monotoneminimal.com – Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Rejaselindo 2026 digelar di Bali, menghimpun ratusan dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari Indonesia serta negara lain. Acara ini berfokus pada pengembangan rekayasa jaringan, terapi sel, dan kedokteran regeneratif, serta bertujuan memperkuat kolaborasi internasional di bidang terapi berbasis stem cell.
Konferensi ini bertujuan sebagai platform bagi para ahli untuk berbagi pengetahuan dan memperbarui informasi terkini mengenai penelitian di bidang terapi sel. Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS, Subsp. N-Onk (K) PhD selaku ketua panitia, menyampaikan pentingnya konferensi ini dalam meningkatkan ekosistem penelitian dan praktik klinis. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat bukti ilmiah dan mendorong inovasi dalam penanganan berbagai penyakit.
Mengusung tema kolaborasi, PIT Rejaselindo tahun ini bekerja sama dengan 20th International Conference of the Asia Pacific Association of Surgical Tissue Banking (APASTB) dan 9th Annual Meeting of PERBAJI. Bali dipilih sebagai lokasi mengingat reputasinya sebagai pusat konferensi internasional di Asia Pasifik, memfasilitasi pertemuan para pakar dari seluruh dunia.
Acara ini menyajikan program ilmiah yang komprehensif, termasuk workshop dan kompetisi ilmiah. Dr. dr. Bintang Soetjahjo, Sp.OT, Subsp. PL (K) selaku Ketua Umum Rejaselindo, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan teknologi kesehatan berbasis terapi sel di Indonesia. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengembang inovasi di bidang kedokteran regeneratif.
Para organizator berharap konferensi ini dapat mempercepat penelitian, inovasi, dan kolaborasi global, serta membuka peluang baru dalam penanganan penyakit di masa depan. Dengan kerja sama yang solid, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset.