Site icon monotoneminimal.com

KKP dan MSC Tingkatkan Pengelolaan Tuna untuk Ekspor Sultra

[original_title]

Monotoneminimal.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia, bekerja sama dengan Marine Stewardship Council (MSC) dan berbagai pemangku kepentingan, berupaya memperkuat pengelolaan perikanan tuna, cakalang, dan madidihang di Sulawesi Tenggara. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa komoditas tersebut memenuhi standar ekspor dan keberlanjutan internasional.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan KKP, Syahrul Abd. Raup, mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan tuna, yang dianggap sebagai sumber daya bersama dan tunduk pada aturan regional dari Western and Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC). Ia menekankan bahwa semua pihak harus mematuhi kuota penangkapan yang telah disepakati agar Indonesia tetap diakui di tingkat internasional.

Dalam acara yang diadakan di Kendari, Syahrul menjelaskan bahwa untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 714, kuota penangkapan cakalang ditetapkan sebanyak 7.002,56 ton dan madidihang 4.119 ton. KKP juga mendorong peningkatan akurasi pengisian logbook perikanan dan penempatan pemantau di kapal.

Hirmen, Program Direktur MSC untuk Indonesia, menambahkan bahwa pre-assessment merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi area perbaikan dalam tata kelola perikanan pukat cincin di Kendari. Targetnya, semua indikator kinerja perikanan harus mencapai minimal 80 persen agar siap memasuki tahap penilaian penuh.

Fransisca Sonya dari PT Pahala Bahari Nusantara menyatakan komitmen perusahaan untuk menjaga kelestarian stok ikan serta memastikan kepastian pasokan pasar. Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Andi Manijjengi, menyambut positif kolaborasi ini, yang diyakini dapat memperkuat tata kelola perikanan yang transparan dan lestari demi masa depan. Rencana Aksi Perbaikan ini dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2030.

Exit mobile version