Monotoneminimal.com – Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Indonesia dinilai mengalami perbaikan signifikan menurut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pernyataan ini muncul saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, di mana Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto kini memilih untuk mempertahankan DJBC, setelah sebelumnya ada wacana pembubaran lembaga tersebut.
Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan yang terjadi merupakan hasil dari perombakan organisasi dan penempatan pejabat baru di posisi strategis. Dengan penerimaan kepabeanan dan cukai yang tercatat mencapai Rp152 triliun sampai Juni 2026, atau tumbuh 3,4 persen secara tahunan, DJBC menunjukkan kemajuan yang patut dicatat. Selain itu, penurunan peredaran barang selundupan dan peningkatan penindakan terhadap rokok ilegal juga menjadi indikator positif.
Dalam upayanya meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran, DJBC kini mengadopsi pendekatan yang lebih ketat. Tidak hanya barang ilegal yang disita, tetapi juga kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut akan ditahan sampai proses pemeriksaan selesai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan risiko biaya bagi pelaku penyelundupan.
Selain langkah-langkah tersebut, DJBC juga mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengawasan di pelabuhan, guna mencapai pengawasan yang lebih efektif. Dengan inovasi ini, diharapkan praktik ilegal dapat ditekan lebih lanjut, memberikan dampak positif bagi pengelolaan keuangan negara dan perlindungan ekonomi lokal. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kinerja DJBC agar lebih berperan dalam perekonomian.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ae4e4398-5793-4508-b896-1c340aff791c.jpeg)