Site icon monotoneminimal.com

Keuskupan Ruteng Menolak Proyek Tambang Mangan di Manggarai

[original_title]

Monotoneminimal.com – Keuskupan Ruteng menegaskan penolakannya terhadap rencana tambang mangan di Pantai Utara Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Melalui Pernyataan Sikap yang dirilis pada 4 Juli 2026, gereja mengklaim bahwa aktivitas pertambangan berisiko merusak lingkungan dan mengancam sosial ekonomi serta kesehatan masyarakat.

Pernyataan ini ditandatangani oleh Romo Sebastianus Hobahana, Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, sebagai respons terhadap proposal eksploitasi yang diajukan oleh PT Sumber Jaya Asia di wilayah Bone Wangka, Kecamatan Reok. Romo Sebastianus menyatakan bahwa Keuskupan tidak menolak pembangunan, namun mereka menentang proyek yang mengorbankan kesejahteraan manusia dan alam.

Dalam pernyataannya, Keuskupan merujuk pada ajaran Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’, yang mengingatkan bahwa Bumi merupakan rumah bersama yang perlu dijaga. Ditegaskannya, eksploitasi sumber daya alam harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak ekosistem yang ada.

Keuskupan juga menyoroti bahwa pengalaman masa lalu dari pertambangan mangan telah menyebabkan kerusakan serius, antara lain hilangnya kesuburan tanah, pencemaran, serta berkurangnya sumber air bersih. Dampak ekonomi dirasakan oleh petani dan nelayan yang kehilangan mata pencaharian, sementara janji untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak pernah terealisasi.

Aspek kesehatan turut terancam, dengan potensi meningkatnya kasus penyakit akibat pencemaran. Konflik sosial juga sering muncul akibat ketidaktransparanan dalam proses perizinan. Dengan demikian, Keuskupan Ruteng mendesak untuk mempertimbangkan kembali izin tambang yang dapat merugikan kehidupan serta lingkungan di sekitarnya.

Exit mobile version