Site icon monotoneminimal.com

Ketua PP Muhammadiyah Respon Kritik Purbaya Tentang Ekonomi Syariah

[original_title]

Monotoneminimal.com – Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, memberikan tanggapan terhadap kritik Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dalam pernyataan yang diungkapkan pada Senin (16/2), Anwar menilai kritik tersebut penting untuk dibahas secara terbuka dan bijak. Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa perbankan syariah di Indonesia kerap hanya mengganti istilah tanpa memberikan keadilan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Anwar menjelaskan perbedaan mendasar antara perbankan konvensional dan syariah. Ia menekankan bahwa meskipun perbankan syariah juga menggunakan pertimbangan rasional, hal tersebut harus dibingkai oleh nilai-nilai Islam. Purbaya mencatat bahwa banyak pelaku usaha merasakan bahwa pembiayaan yang ditawarkan oleh bank syariah cenderung lebih mahal dibandingkan dengan bank konvensional.

Dalam penjelasannya, Anwar menguraikan beberapa faktor yang menjadikan biaya operasional bank syariah lebih tinggi. Pertama, skala usaha yang lebih kecil sehingga efisiensi biaya tidak optimal. Kedua, sumber dana yang lebih mahal karena bank syariah banyak bergantung pada tabungan dan deposito. Ketiga, penggunaan akad murabahah yang seringkali menciptakan kesan biaya tinggi di awal pembiayaan.

Meski demikian, Anwar menekankan bahwa perbankan syariah menawarkan kepastian dalam cicilan dan tidak menggunakan bunga, serta tidak memberlakukan denda keterlambatan yang memberatkan. Untuk meningkatkan daya saing perbankan syariah, Anwar mengusulkan agar pemerintah mendukung penempatan dana di bank syariah, seperti yang dilakukan oleh Kementrian Agama dan institusi pendidikan Islam.

Purbaya juga menekankan bahwa pengembangan ekonomi syariah harus berlandaskan praktik yang sesuai dengan syariah Islam, bukan sekadar jargon. Ia berharap dapat melihat langkah nyata dalam mendukung prinsip-prinsip tersebut dalam sistem keuangan Indonesia.

Exit mobile version