Site icon monotoneminimal.com

Ketakutan Negara Arab Terhadap Potensi Perang AS-Iran

[original_title]

Monotoneminimal.com – Ketika kemungkinan terjadinya perang antara Amerika Serikat dan Iran semakin mengemuka, negara-negara Arab yang bersekutu dengan AS merasakan ketakutan yang mendalam. Pangkalan militer yang ada di wilayah mereka menjadikan mereka berisiko menjadi target serangan balasan dari Iran. Negara-negara Teluk, yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan AS, terus berupaya meyakinkan Washington untuk menunda tindakan militer terhadap Teheran.

Mobilisasi militer AS di kawasan itu terbilang signifikan. Menurut laporan terbaru, saat ini terdapat sedikitnya 108 pesawat tanker udara yang telah atau sedang menuju ke wilayah Komando Pusat AS di Timur Tengah. Para penjaga militer AS memperkirakan serangan terhadap Iran dapat terjadi dalam waktu dekat, menunjukkan bahwa potensi operasi militer tampaknya akan lebih berkelanjutan dibandingkan dengan serangan sebelumnya yang terbatas.

Di tengah situasi ini, negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) merasa cemas terhadap skenario yang mungkin muncul. Mereka mungkin berharap kekuatan Iran melemah, namun kekhawatiran akan munculnya ketidakpastian dan elemen radikal yang bisa mengambil alih menggelayuti pemikiran mereka. Sejak awal tahun, negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman telah aktif terlibat dalam diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik.

Dari sudut pandang analis kawasan, terdapat kekhawatiran bahwa potensi runtuhnya rezim Iran dapat mengakibatkan destabilisasi ekonomi dan keamanan di kawasan, di mana Israel dianggap dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut. Pimpinan negara-negara Timur Tengah kini menyadari bahwa risiko terbesar yang mereka hadapi bukan hanya dari Iran, melainkan juga dari ambisi agresif Israel yang dapat memperburuk keadaan di wilayah tersebut.

Exit mobile version