Monotoneminimal.com – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V mengambil langkah cepat dalam mempercepat proses normalisasi sungai di Provinsi Sumatera Barat yang terdampak bencana. Sebanyak 50 unit alat berat telah disiapkan untuk menangani pendangkalan yang terjadi pascabencana yang melanda daerah tersebut.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengungkapkan bahwa alat berat tersebut sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya banjir susulan. Hal ini disampaikan saat kunjungan ke lokasi terdampak di Kota Padang, Rabu. Mahyeldi menekankan pentingnya pembersihan material kayu yang terjebak di aliran sungai serta pengerukan sedimentasi yang telah mengganggu fungsi alami sungai.
Data di lapangan menunjukkan banyaknya material kayu yang menghalangi aliran air di sejumlah sungai, mengakibatkan potensi risiko banjir meningkat saat hujan. Beberapa sungai yang perlu dinormalisasi meliputi Sungai Batang Kuranji, Lubuk Minturun, dan Sungai Tabing Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo. Gubernur memberikan prioritas pada Sungai Batang Kuranji, yang berada di kawasan permukiman padat dengan pendangkalan yang cukup mengkhawatirkan.
Di samping itu, Mahyeldi juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan material kayu yang terbawa arus, asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia meminta camat, lurah, dan wali nagari untuk berkoordinasi dengan warga guna memanfaatkan material tersebut dengan bijaksana.
Dengan langkah ini, diharapkan kondisi sungai dapat kembali ke normal dan masyarakat yang terdampak dapat merasakan manfaat dari upaya yang dilakukan.