Monotoneminimal.com – Pengembangan industri gula tumbu menjadi fokus utama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan nilai tambah hasil panen tebu di Indonesia. Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Abdul Roni Angkat, mengemukakan hal tersebut saat meninjau pengolahan gula tumbu di Desa Gegersimo, Kabupaten Rembang. Dia menegaskan pentingnya swasembada gula sebagai mandat pemerintah di tengah peningkatan produksi tebu nasional.
Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung praktik pengolahan gula tumbu oleh Koperasi Perwira Cipta Mandiri (KPCM). Menurut Roni, industri gula tumbu dapat menjadi alternatif yang pragmatis, terutama di daerah dengan kapasitas pabrik yang terbatas. “Gula merah tebu juga memiliki pasar yang luas, termasuk untuk industri kecap,” tuturnya.
Meski demikian, Roni menekankan pentingnya menjaga standar higienitas dalam produksi gula tumbu. Kerjasama antara pemerintah di semua tingkat, mulai dari kabupaten hingga pusat, perlu ditingkatkan untuk memenuhi ketentuan tersebut. Agus Iwan Haswanto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, berharap kunjungan ini dapat menjadi dasar kebijakan yang lebih mendukung petani tebu. Ia juga menyatakan bahwa optimalisasi pabrik gula dalam menyerap hasil panen menjadi masalah utama yang ditemui petani.
Dengan proyeksi luas tanam tebu mencapai 10.000-12.000 hektare, Rembang diharapkan menjadi sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Program bongkar ratoon seluas 1.900 hektare yang direncanakan untuk 2026 pun menjadi bagian dari upaya ini. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti hujan tinggi yang mengganggu produksi, petani tetap optimis terhadap masa depan industri gula di daerah tersebut.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1001046969.jpg)