Monotoneminimal.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berfokus pada hilirisasi terintegrasi di sektor industri makanan dan minuman (mamin) untuk meningkatkan daya saing industri pengolahan nonmigas (IPNM). Menurut Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, industri mamin memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPNM diproyeksikan tumbuh 5,30 persen pada 2025, mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan 5,01 persen. Sektor ini juga diestimasi berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada triwulan pertama hingga ketiga 2025, IPNM menyerap 20,26 juta tenaga kerja dan menyumbang 80,27 persen dari total ekspor nasional pada periode Januari-November.
Faisol menekankan pentingnya mendorong inovasi di kalangan pelaku industri, serta meningkatkan sinergi antara hulu dan hilir, termasuk akses pasar ekspor. Selama tiga triwulan pertama 2025, industri mamin mencatat pertumbuhan 6,23 persen dan berkontribusi 41,06 persen terhadap IPNM. Realisasi investasi di sektor ini mencapai Rp80,49 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 6,67 juta orang hingga Agustus 2025.
Dalam rangka mendukung hilirisasi, Faisol melakukan kunjungan ke PT Haldin Pacific Semesta di Bekasi, Jawa Barat, untuk meninjau aktivitas produksi ekstrak bahan alam. Ia mencatat potensi besar industri ini dalam meningkatkan nilai tambah dan ekspor.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan bahwa peningkatan kapasitas industri agro penting melalui penerapan teknologi dan optimalisasi sumber daya alam. Pemerintah juga mengembangkan kebijakan untuk mendukung kinerja industri pengolahan berbasis bahan alam, termasuk program restrukturisasi mesin dan peralatan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1-2.jpg)