Monotoneminimal.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan pembaruan pada platform digital InaExport untuk memperluas akses pasar ekspor bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha di desa. Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa meskipun InaExport sudah ada cukup lama, kini terdapat fitur baru yang memungkinkan transaksi B2B (business-to-business).
Dengan banyaknya produk UMKM yang berpotensi diekspor di Indonesia, diperlukan platform yang mampu meningkatkan visibilitas dan jangkauan ke calon pembeli, baik domestik maupun internasional. Budi menyatakan, “Kita perlu pasar, kita perlu etalase untuk mempromosikan produk-produk itu,” menggarisbawahi pentingnya InaExport sebagai cara untuk menjembatani UMKM dengan calon konsumen.
Transformasi ini juga sejalan dengan tren discovery commerce, di mana produk dapat menjangkau konsumen melalui teknologi digital. Budi menambahkan, “Discovery commerce itu bagaimana produk-produk itulah yang mencari konsumen, melalui algoritma dan berbagai media digital.”
Fajarini Puntodewi, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, menekankan bahwa pembaruan ini relevan dengan kebutuhan menghadapi persaingan perdagangan global yang semakin ketat. Eksportir diharapkan dapat lebih cepat dalam memperoleh informasi dan memenuhi berbagai persyaratan pasar.
Meski demikian, Fajarini mengungkapkan adanya tantangan yang masih dihadapi eksportir, seperti keterbatasan informasi, regulasi, dan logistik. Oleh karena itu, diperlukan ekosistem layanan ekspor yang terintegrasi dan mudah diakses untuk mendukung eksportir dari tahap persiapan hingga transaksi. Transformasi InaExport diharapkan dapat memberikan solusi dengan menjadi gerbang layanan yang menghubungkan eksportir dan peluang pasar global.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_1654.jpeg)