Monotoneminimal.com – Rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengintegrasikan Greenland ke dalam wilayah AS memicu kekhawatiran di kalangan anggota NATO. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, dalam sebuah pernyataan mengingatkan bahwa jika Amerika Serikat menyerang negara anggota NATO, maka seluruh aliansi akan bertindak. Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom Denmark, memiliki sumber daya mineral yang melimpah dan posisi strategis di Arktik.
NATO, yang dibentuk berdasarkan prinsip kolektif, mengharuskan bahwa serangan terhadap satu anggotanya dianggap sebagai serangan terhadap semua. Meskipun ide serangan AS terhadap negara anggota NATO terlihat tidak mungkin, ancaman permanen tetap ada, terkait dengan kekuatan militer besar dan kekuatan nuklir Amerika Serikat.
Pemerintahan Trump terus menunjukkan ketertarikan untuk memperkuat kehadirannya di Greenland, yang saat ini menjadi rumah bagi sejumlah pasukan AS dan Pangkalan Luar Angkasa Pituffik, penting untuk pemantauan rudal. Wakil Kepala Staf Gedung Putih, Stephen Miller, menekankan bahwa Greenland perlu berada di bawah kontrol AS demi keamanan nasional, memperkuat posisi Trump yang dianggap provokatif oleh Denmark.
Sejak beberapa waktu lalu, perdebatan mengenai Greenland telah menjadi sorotan publik, termasuk melalui media sosial yang memicu kemarahan di pihak Denmark. Sementara Trump menyebutkan bahwa keputusan mengenai Greenland akan dipertimbangkan dalam waktu dekat, hal ini memperjelas pentingnya wilayah tersebut bagi strategi pertahanan AS di Arktik.
Dengan AS sebagai kekuatan dominan NATO, upaya untuk memasukkan Greenland ke dalam wilayah AS akan berdampak besar terhadap stabilitas aliansi militer tersebut dan hubungan internasional ke depan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1767795465_bab25c0b24e8bc345547.jpg)