Monotoneminimal.com – Kritik tajam disampaikan oleh Benny Batara, pendiri Bennix Investor Group, terkait hubungan ekonomi antara Indonesia dan Singapura. Melalui podcast “To The Point Aja” di YouTube, Benny membahas tantangan dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia, termasuk arus modal yang mengalir ke negeri tetangga.
Salah satu poin utamanya adalah bagaimana sumber daya alam Indonesia, seperti kelapa sawit dan batu bara, dieksploitasi dengan intensif, tetapi keuntungannya tidak kembali untuk memajukan pembangunan di tanah air. Benny mencatat dengan sinis bahwa banyak hasil bumi tersebut justru digunakan untuk membiayai fasilitas sosial di luar Indonesia, sedangkan rakyat di dalam negeri masih berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dalam pernyataannya, Benny menganggap bahwa pengelolaan kekayaan sumber daya alam nasional gagal dalam memberdayakan masyarakat lokal. Ia mengekspresikan kekecewaannya, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia seakan dipandang bukan sebagai manusia berdaulat, melainkan sebagai budak dari eksploitasi sumber daya mereka sendiri.
Benny juga mengkritisi narasi positif tentang investasi asing yang sering dipromosikan. Menurutnya, banyak dari investasi tersebut sebenarnya merupakan hasil dari keuntungan yang diurus di luar negeri sebelum kembali ke Indonesia dengan label investasi asing. Ia menegaskan bahwa sektor-sektor seperti perkebunan sawit dan pertambangan, yang tidak memerlukan teknologi tinggi, justru dapat menghasilkan margin keuntungan yang signifikan.
Melalui analisis ini, Benny mencermati kompleksitas dan ironi dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan Singapura, yang berpotensi merugikan rakyat Indonesia dan memicu diskusi lebih lanjut mengenai reformasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/kekayaan-ribuan-triliun-maf.jpg)