Monotoneminimal.com – Kanada bersiap membuka akses bagi kendaraan dari China memasuki pasar otomotif lokal. Mulai September 2026, terdapat kuota sebanyak 33.397 unit kendaraan listrik dan hybrid asal China yang dapat diimpor dengan tarif lebih rendah, merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan antara Kanada dan China.
Kebijakan baru ini menetapkan tarif “most-favoured-nation” sebesar 6,1 persen, dibandingkan dengan tarif hingga 100 persen yang sebelumnya dikenakan terhadap mobil listrik asal China. Dalam periode pertama yang berlangsung dari 1 Maret hingga 31 Agustus 2026, Kanada hanya mengizinkan 24.500 kendaraan dengan realisasi 15.603 unit, menyisakan 8.897 unit yang kini dapat ditambahkan pada periode kedua.
Dalam gelombang awal, kendaraan yang memanfaatkan kebijakan ini sebagian besar tidak didominasi oleh merek China. Tesla, dengan Model 3 produksi China, menjadi salah satu pemenang terbesar. Kendaraan dari merek lain, seperti Lincoln, Lotus, dan Polestar, juga memanfaatkan kesempatan ini. Meski demikian, sejumlah produsen China, termasuk BYD, Chery, dan Geely, sedang dalam proses sertifikasi dan melakukan pengujian di Kanada, dengan estimasi beberapa model siap untuk konsumen pada 2027.
Perubahan kebijakan ini menghadirkan peluang signifikan bagi produsen China untuk memperluas jangkauan di pasar Amerika Utara, yang sebelumnya dihadapkan pada berbagai pembatasan. Sistem kuota yang digunakan mengedepankan prinsip “yang pertama datang yang akan dilayani,” sehingga memicu kompetisi antar pabrikan untuk memanfaatkan alokasi impor.
Pemerintah Kanada berkomitmen untuk mengawasi distribusi kuota demi memastikan akses yang lebih merata. Dengan tarif yang jauh lebih kompetitif, Kanada kini menjadi pintu gerbang baru bagi ekspansi merek otomotif China di kawasan Amerika Utara.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/Chengdu-Motor-Show-2026-220826-xb-4.jpg)