Monotoneminimal.com – Jerman terpaksa mempertimbangkan kebutuhan akan senjata nuklir akibat ketidakpastian yang ditimbulkan oleh posisi Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Hal ini disampaikan oleh anggota parlemen sayap kanan, Kay Gottschalk, yang mengklaim bahwa Eropa tidak lagi dapat bergantung pada perlindungan dari AS. Pernyataan tersebut muncul setelah Trump mengisyaratkan ambisi untuk menguasai Greenland, yang memicu keraguan mengenai komitmen keamanan Washington terhadap negara-negara Eropa.
Gottschalk, yang merupakan juru bicara kebijakan keuangan dari Partai Alternatif untuk Jerman (AfD), menyatakan bahwa konsensus pasca-Perang Dunia II mengenai pengalihan tanggung jawab pertahanan Eropa ke tangan AS telah hilang. Ia berpendapat bahwa kepentingan AS kini tak sejalan dengan kepentingan Eropa dan menegaskan bahwa Jerman perlu mengambil langkah untuk memperkuat pertahanan dan keamanan secara mandiri, termasuk mengembangkan senjata nuklir.
Lebih lanjut, ia menyerukan pembentukan kekuatan militer terkuat di Eropa, mengingat tantangan besar dalam menciptakan aliansi pertahanan yang solid di antara negara-negara Uni Eropa. Gottschalk menyebutkan bahwa perbedaan politik yang luas antara negara-negara Eropa harus diatasi demi kedaulatan bersama.
Ancaman yang terjadi setelah Trump mengusulkan kemungkinan tarif pada delapan negara Eropa untuk menekan agar Greenland dapat dikuasai, semakin memperburuk hubungan antara AS dan negara-negara NATO. Meskipun Jerman terikat oleh Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang melarang pengembangan senjata nuklir, ada pernyataan dari kepala Badan Energi Atom Internasional yang menyebutkan bahwa Jerman bisa membangun bom nuklir dalam waktu singkat, meski itu hanya bersifat hipotetis.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/4-alasan-jerman-butuh-senjata-nuklir-lka.jpg)