Monotoneminimal.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa beberapa janji kampanye yang disampaikan selama masa jabatannya masih belum terpenuhi. Khususnya, janji terkait peningkatan insentif untuk RT/RW dan pemasangan CCTV di wilayah Jakarta. Hal ini disampaikan Pramono saat berada di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (20/2/2026).
Pramono menjelaskan bahwa program peningkatan insentif bagi RT/RW terhambat akibat pemotongan dana bagi hasil (DBH) yang mencapai Rp15 triliun. Dampak dari pengurangan dana tersebut membuat ruang fiskal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta menjadi sempit, yang berpengaruh pada kemampuan pemerintah daerah untuk merealisasikan program-program tersebut.
Walaupun menghadapi kendala, Pramono menyatakan komitmennya untuk menuntaskan janji kampanye tersebut. Ia berencana untuk mengkaji kembali kedua program ini agar dapat segera direalisasikan. “Saya tetap bertekad untuk menindaklanjuti itu dalam waktu yang segera,” tambahnya, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang menantikan penyaluran insentif dan peningkatan keamanan.
Janji-janji yang belum diimplementasikan ini menjadi sorotan, terutama dalam konteks tantangan yang dihadapi Jakarta, termasuk masalah kemacetan dan banjir, yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Masyarakat berharap agar langkah nyata segera diambil untuk memecahkan permasalahan ini dan meningkatkan kualitas layanan bagi warga.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/janji-kampanye-naikkan-insentif-rtrw-dan-pemasangan-cctv-belum-terealisasi-ini-alasan-pramono-jcw.jp.jpeg)