Monotoneminimal.com – Israel telah melakukan serangan udara terhadap pangkalan udara militer Suriah. Serangan ini dipicu oleh kekhawatiran terkait penumpukan militer Turki di area tersebut, meskipun tidak ada ancaman langsung dari kelompok ekstremis yang saat ini beroperasi di Damaskus. Menurut laporan yang dirilis oleh situs berita Axios, pejabat Israel telah menyampaikan kepada Amerika Serikat bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghentikan penguatan militer Turki di pangkalan yang terletak di provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Pada hari Selasa, media Suriah melaporkan serangkaian delapan serangan yang menghantam bandara militer Abu al-Duhur. Menanggapi serangan ini, Israel mengakui bertanggung jawab, mengklaim bahwa langkah tersebut diambil setelah adanya indikasi bahwa Suriah berencana untuk mengizinkan penempatan pasukan Turki di pangkalan tersebut. Dalam pernyataan resmi, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menekankan bahwa Israel dan Suriah telah menyepakati status quo mengenai masalah keamanan, dan penempatan pasukan Turki akan melanggar kesepakatan tersebut.
Sejumlah sumber juga melaporkan bahwa pesawat militer Israel telah melakukan empat serangan terkoordinasi terhadap landasan pacu di pangkalan tersebut. Namun, pihak Turki segera membantah tuduhan Israel. Seorang pejabat Turki yang tidak mau disebutkan namanya menegaskan bahwa tidak ada kehadiran militer Turki di Abu al-Duhur dan menyebut tuduhan Israel sebagai upaya untuk melegitimasi serangan yang dianggap melanggar kedaulatan Suriah.
Kejadian ini mencerminkan terus memanasnya ketegangan di kawasan, di mana serangan udara semacam ini dapat berimplikasi besar terhadap stabilitas regional.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/halangi-perangan-militer-turki-3-motif-israel-bombardir-pangkalan-udara-suriah-shx.jpg)