Monotoneminimal.com – Iran telah meluncurkan serangkaian latihan perang di Selat Hormuz yang dimulai pada hari Senin. Manuver ini dilakukan bertepatan dengan mendekatnya kapal induk Amerika, USS Abraham Lincoln, di wilayah yang sensitif tersebut. Latihan ini juga muncul menjelang perundingan penting antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa.
Menurut laporan dari televisi pemerintah Iran, pelaksanaan latihan yang durasinya belum ditentukan ini bertujuan untuk mempersiapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menghadapi berbagai ancaman yang mungkin muncul, terutama setelah penempatan kekuatan Angkatan Laut AS yang besar di kawasan itu. Para pemimpin IRGC, di bawah pengawasan Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, menyoroti pentingnya kemampuan reaksi cepat dalam situasi yang tidak menentu.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi pengangkutan minyak, di mana sekitar 25 persen dari keseluruhan minyak yang diperjualbelikan secara internasional dan 20 persen gas alam cair dunia melewati perairan ini. Meskipun para politisi di Iran telah mengancam untuk menutup selat tersebut dalam situasi ketegangan, hingga saat ini, langkah tersebut belum pernah terealisasi.
Latihan ini juga menggarisbawahi kekhawatiran Iran terkait dengan aktivitas militer AS di kawasan yang dapat mempengaruhi keamanan nasional. Keberadaan kapal induk AS terkini menunjukkan meningkatnya ketegangan, di tengah upaya diplomatik untuk meredakan konflik.
Dengan situasi yang semakin memanas, latihan perang ini menjadi simbol kekuatan dan kesiapsiagaan IRGC terhadap segala kemungkinan ancaman di wilayah Selat Hormuz.