Site icon monotoneminimal.com

Iran: AS Dituduh Mulai Perang Baru Setelah Ancaman Trump

[original_title]

Monotoneminimal.com – Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha memicu perang baru. Tuduhan tersebut disampaikan oleh Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator utama Iran, sebagai respons terhadap ancaman Presiden Donald Trump yang mengutarakan potensi serangan jika Teheran tidak setuju pada kesepakatan damai.

Ghalibaf memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi oleh AS akan mendapatkan respons yang kuat dari Iran. Ia menekankan bahwa meskipun AS menerapkan tekanan ekonomi, ambisi militernya masih jelas terlihat. “Musuh sedang berupaya memulai perang baru,” ujar Ghalibaf dalam penyampaian pers di media Iran.

Sementara itu, Donald Trump mengesankan pendekatan diplomatik dengan menyatakan bahwa AS berada di fase akhir negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan adanya kemungkinan kesepakatan tetapi juga bersiap melakukan tindakan tegas jika diperlukan. Trump menekankan pentingnya menghindari korban jiwa dalam masalah ini.

Meski gencatan senjata yang diadakan pada 8 April lalu telah menghentikan konflik langsung, ketegangan kini beralih ke perang kata-kata. Garda Revolusi Iran mengancam akan melibatkan wilayah yang lebih luas dalam konflik jika agresi berlanjut.

Dalam konteks ini, jabatan Menteri Dalam Negeri Pakistan berperan sebagai mediator dan baru saja melakukan kunjungan kedua ke Teheran dalam sepekan untuk meraih penyelesaian damai. Pangeran Faisal bin Farhan dari Arab Saudi juga mendukung langkah diplomasi Trump dan mendesak Iran untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Di dalam negeri, Trump menghadapi tekanan karena lonjakan biaya energi di AS yang disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz. Sementara itu, letnan kolonel Israel menyatakan siaga tinggi militer dalam menanggapi situasi yang semakin tidak menentu.

Exit mobile version