Site icon monotoneminimal.com

Investor Diminta Atur Strategi Saat IHSG Mengalami Koreksi

[original_title]

Monotoneminimal.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan para investor agar tidak panik dalam menghadapi koreksi signifikan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan imbauan ini dalam sebuah konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, pada Senin (18/5).

Jeffrey menegaskan pentingnya bagi investor untuk tetap fokus pada fundamental, melakukan analisis cermat, dan merencanakan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing. Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan tingginya tingkat ketidakpastian yang masih melanda pasar saham Indonesia, yang dipicu oleh berbagai sentimen baik domestik maupun internasional.

Ia menjelaskan, koreksi yang terjadi pada IHSG dipengaruhi oleh pelemahan bursa saham di kawasan Asia dan global sebagai dampak dari ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, serta kenaikan harga minyak. Hal ini berpotensi meningkatkan suku bunga dan inflasi di tingkat global. “Selama masa libur, pasar global khususnya Asia juga mengalami koreksi,” kata Jeffrey.

Data perdagangan menunjukkan IHSG ditutup melemah 124,08 poin atau 1,85 persen, berada di posisi 6.599,24. Dalam sesi pertama, IHSG sempat anjlok hingga 320,76 poin atau 4,77 persen, mencapai 6.402,56 pada pukul 11.04 WIB. Tercatat, frekuensi transaksi mencapai 2.570.311 dengan total nilai perdagangan mencapai Rp20,71 triliun, di mana 125 saham mengalami penguatan, sedangkan 616 saham turun.

Meskipun IHSG mengalami penurunan, Jeffrey meyakinkan bahwa ketidakpastian di pasar masih sejalan dengan kondisi global, meskipun harus diwaspadai oleh para investor.

Exit mobile version