Site icon monotoneminimal.com

Intermittent Fasting Dapat Tingkatkan Fungsi Otak dan Usus

[original_title]

Monotoneminimal.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menurunkan berat badan tidak hanya melibatkan pengurangan asupan makanan, tetapi juga mempengaruhi hubungan antara usus dan otak secara bersamaan. Studi di Tiongkok terhadap 25 orang dewasa dengan obesitas telah membuktikan metode diet pembatasan energi intermiten (IER) yang menyerupai puasa intermiten dapat secara signifikan menurunkan berat badan, serta memperbaiki metabolisme dan komposisi mikrobioma usus.

Obesitas, yang saat ini dialami lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia, meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit kardiovaskular dan kanker. Banyak orang berjuang melawan nafsu makan yang tidak sejalan dengan pengurangan kalori, karena interaksi kompleks antara sinyal usus, hormon, dan otak. Studi ini, yang dipimpin oleh Dr. Qiang Zeng dari Institut Manajemen Kesehatan di Beijing, menunjukkan bahwa diet IER dapat mengubah interaksi ini.

Peserta diet menjalani dua fase: fase puasa ketat selama 32 hari di mana mereka mengonsumsi makanan dengan asupan kalori yang sangat rendah, dan fase kedua selama 30 hari di mana mereka memilih makanan dengan panduan kalori tertentu. Hasilnya, rata-rata peserta mengalami penurunan berat badan sekitar 7,6 kilogram, bersamaan dengan perbaikan dalam tekanan darah, kadar glukosa, dan kolesterol.

Pemindaian fMRI menunjukkan bahwa aktivitas di area otak yang mengatur nafsu makan berkurang, sementara komposisi mikrobioma usus berubah dengan meningkatnya bakteri baik dan menurunnya bakteri berbahaya. Komunikasi dua arah antara usus dan otak ini mengungkap peran penting mikrobioma dalam perilaku makan dan pengendalian nafsu.

Namun, peneliti menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik komunikasi ini, terutama pada individu dengan obesitas. Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya tidak hanya fokus pada pengurangan kalori, tetapi juga memulihkan hubungan biologis antara sistem pencernaan dan otak.

Exit mobile version