Monotoneminimal.com – Industri kapal wisata nasional sedang memperkuat penerapan standar keselamatan dan pengelolaan risiko untuk meningkatkan keamanan pelayaran serta daya saing wisata bahari Indonesia. Langkah ini diambil melalui kolaborasi antara Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Jasaraharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero).
Wakil Ketua Umum DPP INSA, Nova Y. Mugijanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk membangun sistem keselamatan serta pengelolaan risiko kapal wisata secara lebih terintegrasi. Dengan adanya standar keselamatan dan klasifikasi yang lebih baik, diharapkan risiko operasional kapal wisata dapat dikelola dengan lebih terukur, sehingga perlindungan asuransi dapat dioptimalkan dan premi menjadi lebih kompetitif.
Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penerapan notasi khusus kapal wisata oleh BKI, yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan standar klasifikasi kapal wisata di Indonesia. Pemenuhan standar ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kapal wisata sebagai aset yang dibiayai, membuka akses pembiayaan yang lebih baik, dan mendorong percepatan pengembangan industri wisata bahari nasional.
Direktur Utama BKI, R. Benny Susanto, menekankan bahwa pengembangan wisata bahari tidak hanya tergantung pada infrastruktur dan armada, tetapi juga harus memenuhi standar keselamatan, manajemen risiko, dan tata kelola yang sesuai dengan ketentuan nasional maupun internasional. Langkah ini diharapkan dapat memajukan industri wisata bahari Indonesia ke arah yang lebih baik dan lebih aman.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/MOUINSA.jpg)