Site icon monotoneminimal.com

Indonesia Dorong Nelayan Kecil Lebih Kuat di Forum FAO

[original_title]

Monotoneminimal.com – Indonesia berkomitmen untuk memperkuat nelayan skala kecil sebagai bagian dari pembangunan kelautan dan perikanan berkelanjutan, hal ini diungkapkan dalam Sidang ke-37 Komite Perikanan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang berlangsung di Roma, Italia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menekankan pentingnya kebijakan yang langsung memberikan manfaat kepada masyarakat nelayan.

Trenggono menyampaikan bahwa sekitar 90 persen nelayan di Indonesia beroperasi dalam skala kecil dan berkontribusi besar terhadap produksi perikanan nasional. Penguatan nelayan skala kecil dianggap sebagai langkah strategis dalam kebijakan pemerintah. Salah satu inisiatif yang diambil adalah penyusunan Rencana Aksi Nasional Perikanan Skala Kecil (NPOA-SSF) yang sejalan dengan Pedoman Sukarela FAO. Indonesia, bersama Filipina, menjadi negara di Asia yang telah memiliki rencana aksi nasional tersebut.

Kegiatan dalam forum ini juga membahas program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang berfokus pada pembangunan infrastruktur, penguatan kelembagaan, akses pasar, dan peningkatan kapasitas nelayan. Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 100 KNMP dan berencana memperluas hingga 5.000 desa pada tahun 2029.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono juga memberikan apresiasi terhadap agenda Transformasi Biru FAO yang sejalan dengan kebijakan ekonomi biru Indonesia. Ia menekankan bahwa penguatan perikanan skala kecil harus berlanjut dengan implementasi program yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Dengan upaya ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan para nelayan di tanah air.

Exit mobile version