Site icon monotoneminimal.com

Indef: SIapkan Strategi Ekonomi RI Hadapi Tekanan Global

[original_title]

Monotoneminimal.com – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menekankan bahwa Pemerintah Indonesia harus segera merancang strategi untuk mempertahankan stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin meningkat. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyampaikan bahwa penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi menyebabkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Estimasi nilai tukar dalam APBN saat ini adalah Rp16.500 per dolar AS, sedangkan nilai tukar rupiah telah mendekati Rp17.000. Hal ini dapat meningkatkan beban anggaran negara, terutama untuk komponen belanja yang menggunakan mata uang dolar AS. Di samping itu, harga minyak yang saat ini berada di atas 100 dolar AS per barel jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi APBN yang hanya 70 dolar AS per barel.

Esther mengusulkan beberapa langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pertama, pemerintah perlu memfokuskan belanja negara pada kegiatan produktif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan. Kedua, memperluas peluang dari sektor yang dapat menghasilkan devisa menjadi krusial, terutama untuk memenuhi kebutuhan dolar AS dalam pembayaran utang luar negeri. Ketiga, pemerintah disarankan untuk memperkuat strategi hedging terhadap nilai tukar rupiah dalam transaksi yang melibatkan dolar AS guna mengurangi dampak negatif dari pelemahan nilai tukar.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyatakan harapannya agar situasi di Timur Tengah tidak memburuk akibat konflik yang berkepanjangan. Dalam rapat kabinet, ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa jika konflik terus berlanjut, defisit APBN dapat melampaui 3 persen dengan asumsi harga minyak mencapai angka tertentu. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan tetap waspada dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Exit mobile version