Monotoneminimal.com – Inayah Wahid, putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, berbagi kisah mengenai ketidaksetujuan ibunya, Sinta Nuriyah, saat ia menginginkan untuk bersekolah di institut seni. Pada sebuah siniar yang tayang di YouTube, Inayah, yang akrab disapa Nay, menjelaskan bahwa keinginannya untuk menjadi pemain teater ditentang oleh ibunya yang khawatir akan masa depannya.
Dalam pembicaraannya, Nay mengungkapkan bahwa ibunya ragu dengan pilihan kariernya di dunia seni. Ia menirukan ucapan ibunya yang mengatakan, “Ha, mau jadi apa,” dan “Ah jangan, nggak bisa hiduplah di negara ini,” sebagai alasan mengapa Sinta tidak setuju dengan pilihan Nay. Meskipun demikian, Nay memutuskan untuk mendaftar di program Sastra Indonesia sebagai jalan tengah, pilihan yang dianggapnya masih dekat dengan dunia teater yang sangat dicintainya.
Seiring berjalannya waktu, Nay menyatakan bahwa ia menggunakan pentas teater sebagai sarana untuk menyampaikan kritik dan gagasan, karena menurutnya banyak masalah sosial yang tidak bisa hanya diselesaikan dengan diam. Menurutnya, platform seni memberikan suara yang bisa menantang dan membangkitkan kesadaran akan isu-isu penting.
Dengan keteguhan dalam memilih bidang yang sesuai dengan passion-nya, Inayah Wahid menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan dari lingkungan terdekat, pilihan yang dibuatnya merupakan bentuk kompromi yang mengarah pada pengembangan dirinya. Pengalaman Nay juga mendorong diskusi lebih luas mengenai peran seni dalam konteks sosial dan politik di Indonesia.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/cerita-inayah-wahid-masuk-sastra-indonesia-hingga-aktif-di-teater-brv.jpg)