Monotoneminimal.com – Dunia medis menyaksikan kemajuan signifikan dalam pemahaman gangguan jiwa berat melalui pengembangan otak miniatur, yang dikenal sebagai organoid otak. Penelitian ini, dipublikasikan dalam jurnal APL Bioengineering, menunjukkan bagaimana skizofrenia dan gangguan bipolar mempengaruhi aktivitas saraf, membuka peluang untuk diagnosis yang lebih akurat dan pengujian obat yang disesuaikan untuk pasien.
Annie Kathuria, insinyur biomedis dari Johns Hopkins University yang memimpin penelitian ini, menekankan kesulitan dalam mendiagnosis dua gangguan tersebut, yang tidak terletak pada kerusakan spesifik di bagian tertentu dari otak. Saat ini, diagnosis seringkali bersifat subjektif, membuat pengobatan menjadi tantangan.
Dalam penelitian ini, tim menggunakan sel darah dan kulit pasien untuk menghasilkan sel punca yang berkembang menjadi jaringan otak berukuran kecil. Jaringan ini mengandung sel saraf dari korteks prefrontal, yang bertanggung jawab untuk pemikiran kompleks. Dengan memanfaatkan mikrochip multi-elektroda dan teknologi pembelajaran mesin, mereka mampu menganalisa pola sinyal listrik dari neuron. Hasilnya menunjukkan kinerja yang tinggi, dengan akurasi identifikasi mencapai 83%, dan 92% setelah diberikan stimulasi listrik.
Salah satu kendala dalam pengobatan psikiatri adalah metode coba-coba dalam menentukan perawatan yang tepat, yang sering memakan waktu berbulan-bulan. Teknologi organoid ini diharapkan dapat mempercepat proses tersebut, memberikan pasien perawatan yang lebih efektif tanpa melalui metode trial-and-error yang panjang. Penelitian ini hanya melibatkan 12 pasien sejauh ini, namun tim sedang berkolaborasi dengan ahli di bidang medis untuk mengembangkan dan menguji lebih lanjut sebelum diterapkan secara luas.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1766978206_ca44f233fd8ccdce2949.jpg)