Monotoneminimal.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan di pasar modal Indonesia pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. Hal ini terjadi akibat akumulasi berbagai sentimen negatif yang memengaruhi kepercayaan investor. Reydi Octa, seorang pengamat pasar modal, menjelaskan bahwa kekhawatiran terhadap arus keluar dana asing, yang dipicu oleh isu dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), menjadi faktor utama penyebab penurunan ini.
Reydi menambahkan bahwa pengunduran diri beberapa petinggi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperburuk situasi, membuat banyak pelaku pasar memilih untuk menjual saham guna mengamankan posisi dari risiko yang lebih besar. Ia memproyeksikan IHSG memasuki fase tekanan berlanjut setelah beberapa hari mengalami guncangan yang sama.
Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia menyebutkan, pada pukul 11.30 WIB, IHSG melemah sebesar 422,80 poin atau 5,08 persen, mencapai posisi 7.906,79. Frekuensi perdagangan tercatat 1.966.580 transaksi dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 34,13 miliar lembar senilai Rp18,06 triliun. Dari total tersebut, 58 saham menguat, sementara 723 saham mengalami penurunan.
Dalam konteks tersebut, Reydi mengungkapkan bahwa jika tekanan jual dari investor asing mereda, ada potensi technical rebound bagi IHSG. Namun, bila aksi jual berlanjut, IHSG mungkin akan tetap fluktuatif. Selanjutnya, OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) dijadwalkan melakukan pertemuan daring dengan pihak MSCI guna membahas pasar saham Indonesia. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian dan upaya kolektif untuk menstabilkan situasi di pasar modal.