Site icon monotoneminimal.com

IHSG Mulai Pekan Tertekan, Sejalan dengan Bursa Asia

[original_title]

Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada Senin pagi, dengan melemah sebanyak 48,41 poin atau 0,65 persen, sehingga berada di posisi 7.410,09. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan negatif bursa saham di kawasan Asia. Indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 5,28 poin atau 0,71 persen, menjadi 741,19.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menjelaskan bahwa meskipun IHSG mengalami penurunan, resiliensi permintaan domestik masih menjadi faktor pendorong utama di tengah tekanan eksternal. Dalam pandangannya, IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas di hari yang sama.

Dari sisi geopolitik, upaya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dilakukan selama akhir pekan di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Hal ini dapat mengancam gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan, menambah ketidakpastian di pasar global.

Data inflasi AS juga memberikan dampak; mencatatkan angka 0,9 persen month to month dan 3,3 persen year on year. Lonjakan harga energi memberikan dilema bagi Federal Reserve (The Fed) antara menjaga stabilitas harga atau mendukung pertumbuhan, terutama jika harga minyak tetap tinggi. Sementara itu, perekonomian China yang solid diyakini dapat menopang permintaan global, menguntungkan negara-negara eksportir seperti Indonesia.

Pelaku pasar domestik kini menantikan rilis indikator konsumsi dan sektor riil dari Bank Indonesia, termasuk Survei Penjualan Eceran dan Prompt Manufacturing Index. Data konsumsi pasca-Ramadan dianggap krusial untuk mengevaluasi daya beli dan stabilitas utang luar negeri, yang berpengaruh pada persepsi risiko eksternal serta arus modal.

Kondisi ini menggambarkan dinamika yang terjadi di pasar saham dan makro ekonomi yang dapat mempengaruhi langkah selanjutnya bagi investor di Indonesia.

Exit mobile version