Site icon monotoneminimal.com

IHSG Menguat Sambil Memantau Valuasi AI dan Isu Geopolitik

[original_title]

Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi mengalami penguatan, seiring dengan pelaku pasar yang mencermati perkembangan valuasi saham kecerdasan buatan (AI) dan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. IHSG dibuka naik 10,36 poin atau 0,17 persen, berada di level 5.934, sementara Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mencatatkan kenaikan tipis.

Ekonom dari Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa jika IHSG dapat bertahan di atas level 5.900 hingga 5.882, ada peluang untuk melanjutkan pemulihan teknis dengan target antara 5.948 hingga 6.000, dan kemungkinan mencapai 6.100 hingga 6.220. Namun, bila IHSG kembali turun di bawah 5.900, risiko penurunan ke tingkat suport di 5.839 hingga 5.805 dapat terjadi.

Dari perspektif global, optimisme kembali muncul setelah saham SK Hynix di Nasdaq, AS, melonjak 13 persen saat debutnya. Investor kini bersiap menghadapi musim laporan keuangan kuartal II-2026, dengan prediksi bahwa laba emiten S&P 500 akan naik sekitar 24 persen dibandingkan tahun lalu, didorong oleh sektor teknologi dan AI.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kesiapan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran meskipun gencatan senjata berakhir, di mana ketegangan ini mempengaruhi sentimen pasar. Penurunan harga minyak juga dianggap membantu meredakan kekhawatiran inflasi akibat konflik di wilayah itu.

Sementara itu, dalam negeri, realisasi restitusi pajak mencapai Rp171,2 triliun pada semester pertama 2026, mengalami penurunan 31,5 persen dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini diprediksi terkait dengan penundaan pencairan restitusi yang dapat mempengaruhi likuiditas dunia usaha ke depan. Kementerian Keuangan juga mencatatkan peningkatan outlook pembiayaan APBN menjadi Rp734,3 triliun, yang diharapkan dapat mendukung stabilitas pasar di paruh kedua tahun ini.

Exit mobile version