Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia mengalami penguatan signifikan pada Jumat sore, ditutup naik 150,91 poin atau 2,07 persen di level 7.458,50. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap pelaku pasar yang bersikap wait and see terhadap negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Kenaikan IHSG juga dipengaruhi oleh penguatan di Wall Street pada sesi sebelumnya. Associate Director of Research and Investment dari Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa perhatian investor terfokus pada pembicaraan yang dipimpin oleh Wakil Presiden AS, JD Vance, bersama pejabat Iran. Meski demikian, terdapat sentimen hati-hati terkait serangan yang terus berlanjut antara Israel dan Lebanon serta gangguan di Selat Hormuz, yang berpotensi memperumit proses negosiasi.
Di sisi makroekonomi, pasar menantikan data inflasi Konsumen (CPI) AS bulan Maret 2026 yang akan dirilis malam ini. Statistik ini diharapkan memberikan gambaran tentang dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi. Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebelumnya menunjukkan kekhawatiran para pembuat kebijakan terkait konflik ini, yang dapat memicu kenaikan suku bunga tambahan, meskipun masih ada prediksi satu kali penurunan suku bunga tahun ini.
Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia juga dilaporkan turun menjadi 122,9 pada Maret 2026, dari 125,2 pada Februari, mencatatkan level terendah sejak Oktober 2025. Selama perdagangan hari ini, sebanyak 2.287.124 transaksi tercatat, dengan nilai total mencapai Rp18,12 triliun. Dari sepuluh sektor pada Indeks Sektoral IDX-IC, sektor industri mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 4,09 persen, sementara sektor kesehatan mengalami penurunan kecil sebesar 0,04 persen.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ihsg-naik-pada-hari-pertama-penerapan-wfh-bagi-asn-2769773.jpg)