Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan pada Rabu sore, seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan dovish dari Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed. IHSG ditutup naik 84,28 poin atau setara 0,94 persen di level 9.032,58. Sementara itu, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 3,21 poin atau 0,37 persen.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya, dengan target level 9.070 hingga 9.100. Meski demikian, ia mengingatkan akan adanya potensi profit taking menjelang libur panjang. Faktor penggerak utama bagi penguatan IHSG termasuk ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas, serta aliran dana investor asing ke pasar.
Sementara itu, dari sisi ekonomi global, neraca perdagangan China menunjukkan surplus 1,19 triliun dolar AS pada tahun 2025, didorong oleh pertumbuhan ekspor yang mencapai 5,5 persen. Di domestik, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana menghidupkan kembali proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) pada 2026, yang ditujukan untuk substitusi LPG.
Dalam perdagangan saham, IHSG menguat dengan sepuluh sektor yang mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor barang konsumen non-primer yang naik 3,08 persen. Total frekuensi perdagangan mencapai 3.430.903 transaksi, dengan 440 saham menguat, 240 menurun, dan 128 tidak bergerak.
Bursa saham regional Asia pun mencatatkan penguatan, dengan indeks Nikkei naik 788,50 poin. Pergerakan yang positif ini menunjukkan optimisme pelaku pasar dalam menghadapi berbagai perkembangan ekonomi.