Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore mencatat penguatan yang signifikan, ditutup naik 67,32 poin atau 1,10 persen menjadi 6.175,53. Kenaikan ini juga diiringi oleh indeks LQ45 yang meningkat 13,33 poin atau 2,19 persen, mencapai 621,91. Antusiasme investor terlihat jelas menjelang rilis laporan keuangan kuartal II dan semester I 2026.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa penguatan IHSG didorong oleh sektor perbankan yang kuat, khususnya emiten besar yang sedang merilis laporan keuangan. “Kami ada perkiraan inflow dari investor asing kepada berbagai emiten perbankan,” ungkapnya. Penguatan ini sejalan dengan tren positif yang tercatat selama satu dekade terakhir, di mana IHSG cenderung naik di bulan Juli saat laporan keuangan diumumkan.
Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, menambahkan bahwa penguatan indeks ini lebih didorong oleh kondisi domestik. Kebijakan baru tentang High Shareholding Concentration (HSC) juga dikatakan dapat meningkatkan transparansi dan pengawasan pasar, memberikan sentimen positif bagi investor.
Dari segi teknis, Elandry menjelaskan kenaikan ini sebagai rebound setelah IHSG sebelumnya mengalami tekanan. Memperhatikan faktor eksternal seperti pergerakan pasar global dan nilai tukar rupiah tetap penting bagi investor untuk menilai volatilitas ke depan.
Dalam perdagangan hari itu, frekuensi transaksi mencapai 1.985.000 kali dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 16,32 miliar lembar dan nilai mencapai Rp24,04 triliun. Meskipun IHSG menguat, beberapa sektor mengalami pelemahan, dengan sektor barang baku mencatat penurunan paling dalam. Sementara itu, bursa saham regional Asia menunjukkan kinerja negatif, mencerminkan tantangan dalam pasar global.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ihsg-ditutup-melemah-210526-dr-03A.jpg)