Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi mengalami penurunan, terdampak oleh gejolak pasar di kawasan Asia dan situasi politik internasional, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka melemah 40,75 poin atau sebesar 0,56 persen, mencapai angka 7.238,46, sedangkan indeks LQ45 turun 5,05 poin atau 0,69 persen di level 728,57.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, level resistance IHSG berikutnya berada di angka 7.325. Jika level ini dapat ditembus, IHSG berpotensi melaju menuju target jangka menengah di posisi 7.600. Di sisi internasional, kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran, yang dimediasi oleh Pakistan, sempat menimbulkan harapan. Namun, Iran menuduh AS melanggar kesepakatan sebelum negosiasi dimulai. Tuduhan ini mencakup pelanggaran gencatan senjata di Lebanon dan masalah operasi militer AS di wilayah udara Iran.
Harga minyak mentah juga menunjukkan volatilitas tinggi, dengan minyak WTI dan Brent masing-masing berada di level 97,10 dolar AS per barel. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia menurun dari 151,9 miliar dolar AS menjadi 148,2 miliar dolar AS, mencerminkan tekanan akibat pelemahan neraca perdagangan dan peningkatan biaya intervensi dalam kondisi global yang tidak stabil.
Dari dalam negeri, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Teluk Persia karena kendala teknis meskipun gencatan senjata sudah diberlakukan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak Iran terus dilakukan untuk segera menyelesaikan situasi ini. Pasokan energi dalam negeri diyakini tetap aman, tidak sepenuhnya bergantung pada impor dari Timur Tengah. Ke depan, kondisi ekonomi akan ditentukan oleh stabilitas finansial global dan kredibilitas kebijakan domestik.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1772436815_IHSG-sesi-I-ditutup-melemah-020226-sth-03.jpg)