Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi mengalami pelemahan yang signifikan, bergerak turun mendekati posisi kritis. IHSG dibuka dengan penurunan 17,06 poin atau 0,32 persen pada level 5.249,07. Sementara itu, Indeks LQ45 yang meliputi 45 saham unggulan juga ikut terpukul, turun 2,30 poin atau 0,43 persen menjadi 530,72.
Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG diramalkan akan berjuang mempertahankan level support terdekat di 5.185. Jika level ini terlewati, IHSG berpotensi jatuh lebih jauh ke level 5.012 atau 4.980. Namun, ada kemungkinan rebound dengan resistensi di level 5.317, dan jika berhasil tembus, bisa kembali ke kisaran 5.349 atau 5.418.
Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh keputusan bank sentral di AS, The Fed, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan mendatang. Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) juga dijadwalkan untuk tidak mengubah suku bunga acuan mereka. Para pelaku pasar memantau situasi ini untuk menentukan arah kebijakan moneter global.
Secara regional, konflik di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda diplomasi yang lebih baik, di mana pejabat dari beberapa negara, termasuk Iran dan Arab Saudi, telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan. Namun, situasi keamanan di kawasan tersebut masih dipenuhi ketegangan.
Sementara itu, dalam rapat Dewan Gubernur pada 20-21 Oktober, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di 5,75 persen. Di domestik, pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian diskon tarif listrik dan penambahan pasokan BBM bersubsidi menjelang Natal dan Tahun Baru guna menekan inflasi. Liza menyarankan agar stimulus tetap memperhatikan keterbatasan fiskal dan berfokus pada bantuan bagi kelompok masyarakat yang rentan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/ihsg-dibuka-menguat-2893123.jpg)