Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa menunjukkan potensi penguatan didukung oleh data ekonomi domestik yang solid. IHSG dibuka dengan kenaikan 31,97 poin atau 0,38 persen, mencapai posisi 8.428,05. Sementara itu, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan bertambah 0,92 poin atau 0,11 persen menjadi 848,68.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi bergerak terbatas di kisaran support dan resistance 8.310 hingga 8.450. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan koreksi.
Data dari Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak untuk bulan Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, meningkat 30,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, atau setara 4,9 persen dari target APBN 2026. Peningkatan ini didorong oleh pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) yang melonjak 83,9 persen menjadi Rp45,3 triliun. Ini menunjukkan konsumsi domestik yang stabil, meskipun terdapat penurunan restitusi pajak yang sebesar 23 persen.
Namun, Nico menyebutkan bahwa kinerja Januari ini juga dipengaruhi oleh faktor teknis, termasuk pengaruh administratif terhadap beberapa pajak yang mengalami kontraksi.
Di pasar global, kekhawatiran terkait dampak kecerdasan buatan (AI) pada keuntungan perusahaan serta ketidakpastian kebijakan tarif dari Amerika Serikat telah menekan bursa saham Wall Street. Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS mengalami penurunan, dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,66 persen.
Sementara itu, di bursa Asia, indeks Nikkei dan Shanghai mencatat penguatan, sedangkan indeks Hang Seng dan Strait Times mengalami penurunan. Keadaan ini menunjukkan dinamika yang beragam di pasar saham regional.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/antarafoto-ihsg-ditutup-melemah-310321-adm-4.jpg)