Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Jumat, akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh investor menjelang akhir pekan. Pada pembukaan perdagangan, IHSG menunjukkan penguatan namun kemudian melemah 13,05 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.285,56 pada pukul 09.40 WIB. Sementara itu, Indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan tercatat turun 1,35 poin atau 0,22 persen ke posisi 621,91.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, IHSG diperkirakan akan kembali menghadapi level antara 6.186 hingga 6.200 pada hari itu. Fokus pelaku pasar juga tertuju pada kunjungan Presiden China, Xi Jinping, ke Amerika Serikat, yang menjadi agenda pertama sejak 2015, dengan isu perdagangan dan kecerdasan buatan diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan utama dengan Presiden AS, Donald Trump.
Dalam konteks global, yield obligasi jangka menengah dan panjang meningkat, memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lesu. Kenaikan yield ini juga dipengaruhi oleh faktor belanja fiskal yang tinggi. Di sisi lain, harga minyak mentah jenis Brent menutup perdagangan dengan kenaikan sebesar 3,4 persen ke level 106 dolar AS per barel, sementara minyak WTI naik hampir 2,7 persen ke level 94 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, jumlah uang beredar di Indonesia pada Agustus 2026 tercatat meningkat 8,2 persen year on year menjadi Rp10.448,1 triliun, meski melambat sedikit dibandingkan bulan sebelumnya. Thrisna, analis sektor perbankan, menjelaskan bahwa situasi ini dapat menjadi sinyal positif bagi sektor saham energi dan konsumer.
Di Bursa Eropa dan Wall Street AS, kebanyakan indeks mengalami penurunan, dengan ketidakpastian pasar global turut berkontribusi dalam pergerakan indeks global.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IHSG-ditutup-menguat-65-94-poin-070826-Fah-1.jpg)