Site icon monotoneminimal.com

IHSG Anjlok, Ekonom Sebut Terjadi “Panic Selling” Sementara

[original_title]

Monotoneminimal.com – Penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjadi dalam perdagangan hari Kamis, mencapai titik terendah akibat panic selling yang melanda pasar. Hal ini merupakan respons dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham-saham Indonesia. Ekonom keuangan Hans Kwee menilai bahwa tekanan ini bersifat sementara dan mengharapkan IHSG akan kembali pulih setidaknya pada pekan depan.

Hans Kwee menjelaskan bahwa kekhawatiran pasar diperparah oleh proyeksi dari Goldman Sachs yang memperkirakan arus dana keluar dari Indonesia dapat mencapai antara 2,2 hingga 7,8 miliar dolar AS. “Pasar masih panik karena MSCI, dan ada potensi arus keluar yang cukup besar,” ungkapnya saat dihubungi.

Meskipun ada harapan rebound, Hans memperingatkan bahwa kenaikan IHSG tidak akan signifikan, melainkan lebih bertahap. Dia memprediksi bahwa IHSG akan cenderung sideways hingga mendapatkan kejelasan lebih dari hasil akhir MSCI. “Kami pikir akhir pekan atau minggu depan pasar saham sudah normal, tapi mungkin indeks tidak akan naik terlalu kencang,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Hans merekomendasikan para investor untuk melakukan pembelian secara bertahap pada saham-saham yang memiliki fundamental yang kuat. “Investor jangka menengah dan panjang sebaiknya membeli saat harga melemah,” sebutnya.

Pada hari yang sama, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan perdagangan sementara waktu, atau trading halt, setelah IHSG mencatat penurunan sebesar 8 persen. Perdagangan dihentikan pada pukul 09.26 WIB, dan kembali dilanjutkan pada pukul 09.56 WIB tanpa ada perubahan jadwal. IHSG tercatat melemah 665,89 poin dan berada di posisi 7.654,66 poin pada saat trading halt tersebut.

Exit mobile version