Monotoneminimal.com – International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret, kembali hadir pada tahun 2026 dengan tema “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls”. Momen ini menjadi titik refleksi bagi gerakan perempuan yang telah berlangsung selama 115 tahun, yang dimulai dari tuntutan buruh di awal abad ke-20 hingga keadilan sistemik di era modern.
Tema tahun ini diusung oleh UN Women, menggambarkan kondisi hukum di mana perempuan di seluruh dunia hanya memiliki 64 persen dari hak hukum yang dinikmati oleh laki-laki. Fokus tahun ini adalah menyelaraskan hukum yang tertulis dengan praktik di lapangan, mengingat banyak undang-undang perlindungan perempuan masih terhambat oleh bias gender dan norma sosial.
Sejarah IWD berakar dari gerakan buruh di Amerika Serikat dan Eropa, dimulai dengan demonstrasi 15.000 perempuan di New York pada tahun 1908, yang mendesak untuk jam kerja yang lebih pendek dan hak suara. Konferensi Buruh Perempuan di Kopenhagen pada tahun 1910 melahirkan usulan resmi IWD, dan pada 1975, PBB mulai merayakannya, menetapkan 8 Maret sebagai hari tetap sejak 1977.
Di Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyoroti 12 area kritis, termasuk isu pengentasan kemiskinan perempuan dan partisipasi politik. Tahun ini, tantangan baru muncul, khususnya terkait keadilan iklim dan keamanan digital. Perempuan yang paling terdampak oleh perubahan iklim diharapkan dilibatkan dalam kebijakan energi hijau, sementara kekerasan berbasis gender online memerlukan regulasi yang ketat.
Dalam kesimpulannya, International Women’s Day 2026 mengajak semua pihak untuk beraksi demi kesetaraan gender dan keadilan yang lebih substansial bagi perempuan di seluruh dunia.