Site icon monotoneminimal.com

Hamas Setuju Lepaskan Senjata Berat dan Infrastruktur Militer

[original_title]

Monotoneminimal.com – Hamas dan sejumlah faksi Palestina telah mencapai kesepakatan untuk memulai proses inventarisasi serta penyerahan senjata berat dan fasilitas militer di Jalur Gaza. Kesepakatan ini diungkapkan melalui dokumen yang dilaporkan oleh Al Jazeera pada Jumat (31/7).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi pada Kamis malam bahwa telah tercapai kesepakatan terkait pelucutan senjata penuh terhadap Hamas serta kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ia menekankan bahwa penarikan seluruh pasukan Israel dari wilayah tersebut akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata rampung.

Dokumen kesepakatan menyatakan bahwa pelucutan senjata akan dilakukan setelah semua kewajiban dalam Protokol Sharm el-Sheikh terpenuhi. Proses ini direncanakan dimulai dalam waktu 14 hari, dengan opsi perpanjangan jika diperlukan oleh komisi pengawas internasional.

Penarikan pasukan Israel dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan penyerahan senjata oleh faksi Palestina, sesuai dengan ketentuan dalam peta jalan perdamaian. Sebuah komisi yang dipandu oleh pasukan internasional akan bertanggung jawab untuk memantau dan memverifikasi setiap langkah pelaksanaan di lapangan.

Mekanisme yang diatur dalam dokumen tidak meliputi penyerahan langsung senjata kepada pihak ketiga. Sebaliknya, fokusnya akan pada inventarisasi, penyimpanan, dan pengawasan senjata di bawah kendali komisi internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan tahap pertama rencana perdamaian Trump, yang disetujui oleh Israel dan Hamas melalui mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turki pada 9 Oktober 2025. Sejak gencatan senjata diterapkan, pasukan Israel telah mundur ke garis Yellow Line, walaupun masih menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza.

Exit mobile version