Monotoneminimal.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima masukan dari World Bank terkait lima isu krusial yang dihadapi provinsi ini, yang dianggap menarik perhatian global. Pertemuan ini berlangsung di Denpasar, di mana Koster menyampaikan terima kasih atas rekomendasi yang diberikan, terutama mengenai infrastruktur yang membutuhkan investasi besar.
Dalam diskusi dengan Carolyn Turk, Direktur World Bank untuk Indonesia, Koster menguraikan lima tantangan utama yang perlu ditangani: pengelolaan air bekas pakai, penanganan sampah, transportasi, penyediaan air bersih, serta sumber daya listrik di wilayah tertentu. Ia menegaskan pentingnya masukan tersebut dalam rangka meningkatkan keberlanjutan Pulau Dewata yang sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang hingga seratus tahun ke depan.
Menurut Koster, infrastruktur mempengaruhi pariwisata Bali, sehingga perlu perhatian serius dan terencana. Pada aspek lingkungan, Pemprov Bali berkomitmen untuk menjaga kebersihan alam dengan menerapkan kebijakan mengurangi plastik sekali pakai dan manajemen sampah berbasis sumber. Gubernur juga menegaskan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti akses udara bersih, air sehat, dan kemandirian pangan.
Dalam hal energi, Koster menolak pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil, lebih memilih energi bersih dan utilitas kendaraan listrik. Dia menekankan bahwa langkah-langkah kebijakan tersebut bertujuan untuk mendukung keberlanjutan Bali, sekaligus melestarikan budaya setempat.
Carolyn Turk menambahkan bahwa kelima masalah itu tidak hanya terkait dengan pariwisata tetapi juga kebutuhan dasar serta kualitas hidup penduduk. Jika tidak segera ditangani, Bali berpotensi menghadapi isu serius di masa depan. Sebagai langkah lanjut, World Bank meminta Gubernur Koster untuk membentuk tim teknis guna berdiskusi lebih lanjut mengenai solusi yang dapat diimplementasikan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/cbe62740-49fb-4279-ba78-db7a148b523a.jpeg)