Site icon monotoneminimal.com

Guangdong Cermati Peluang Industri Sepeda Motor Listrik di RI

[original_title]

Monotoneminimal.com – Guangdong, China, menargetkan potensi elektrifikasi sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia dengan mendorong investasi di sektor kendaraan energi baru dan infrastruktur pengisian daya. Langkah ini diambil dalam konteks penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara, yang dibahas dalam forum yang diadakan oleh Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Guangzhou.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan akademisi kedua negara. Ma Wenfeng, Direktur Jenderal Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Guangdong, menegaskan pentingnya hubungan ekonomi antara Guangdong dan Indonesia, yang mencakup sekitar seperenam dari total perdagangan China-Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar dari Guangdong, seperti BYD dan Midea, telah mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dengan lebih dari 280 juta jiwa, memiliki pasar yang potensial untuk elektrifikasi. Pelaksana Tugas Konsul Jenderal Indonesia di Guangzhou, Andalusia Tribuana Tungga Dewi, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Guangdong sangat sejalan dengan ambisi Indonesia untuk meningkatkan kapasitas industri dan mempercepat transisi energi.

Proyek ekspansi yang dilakukan PT Indonesia BTR New Energy Material dari Guangdong, yang sedang membangun dua pabrik di Indonesia, menjadi contoh nyata dari investasi ini. Dengan tahap pertama mencapai 478 juta dolar AS dan kapasitas produksi 80.000 ton, insfrastruktur ini akan mendukung kebutuhan sektor energi baru di Indonesia.

Perusahaan lokal juga mulai mengembangkan pandangan ke depan dengan memasang stasiun pengisian daya terintegrasi di Jakarta. Keberhasilan dalam elektrifikasi sepeda motor diharapkan membuka peluang lebih besar bagi industri energi baru Guangdong, serta memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara di tahun-tahun mendatang.

Exit mobile version