Monotoneminimal.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia mengumumkan perubahan kepemimpinan yang signifikan pada awal tahun 2026. Friderica Widyasari Dewi kini menjabat sebagai Ketua OJK, menggantikan Mahendra Siregar yang mengundurkan diri lebih awal. Penunjukan Friderica, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, menandai langkah penting dalam memperkuat peran perempuan di posisi kepemimpinan di sektor keuangan yang didominasi oleh pria.
Pergantian ini terjadi setelah pengunduran diri Mahendra Siregar dan beberapa anggota Dewan Komisioner lainnya pada 30 Januari lalu. Dalam situasi ini, OJK mengikuti mekanisme internal dan mendapatkan persetujuan dari pemangku kepentingan untuk menunjuk Friderica sebagai pemimpin baru. Tugas utamanya adalah menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah dinamika industri keuangan yang semakin digital.
Friderica tidak hanya dikenal di sektor keuangan—ia juga memiliki latar belakang yang menarik sebagai mantan model yang pernah meraih gelar Diajeng Yogyakarta. Namun, ketertarikan dan pendidikannya di bidang ekonomi memotivasinya untuk beralih ke kebijakan ekonomi. Ia memiliki kualifikasi pendidikan yang mencakup gelar doktor dari Universitas Gadjah Mada dengan fokus pada kepemimpinan dan inovasi.
Sebagai Ketua OJK, Friderica ditantang untuk mengawasi tren baru di dunia keuangan, termasuk aset kripto, stabilitas sektor perbankan, dan transisi digitalisasi Bank Perkreditan Rakyat. Ia dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang komunikatif dan tegas, serta berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan, terutama di daerah terpencil. Publik kini menantikan kinerja dan kontribusinya untuk OJK dalam menghadapi tantangan global yang ada.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1769861461_4196d3690e66f7cc00e9.jpeg)