Monotoneminimal.com – Eropa saat ini menghadapi tantangan besar dalam menanggapi kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai bahwa pemimpin Eropa yang ada sekarang merupakan “generasi lemah” yang tidak mampu mengatasi tekanan dari Washington. Hal ini diungkapkan Peskov dalam sebuah wawancara, yang mengindikasikan ketidakpuasan Rusia terhadap strategi politik AS.
Dalam konteks ini, Peskov menjelaskan bahwa pendekatan Trump sangat mengedepankan kepentingan nasional AS, sering kali dengan cara yang keras dan tanpa ampun. Dia mencatat bahwa baru-baru ini Presiden Prancis, Emmanuel Macron, memperingatkan negara-negara Eropa untuk tidak terjebak dalam jerat kebijakan “hukum yang terkuat” yang ditawarkan oleh AS. Macron menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut berpotensi merugikan perdagangan Eropa, terutama setelah ancaman Trump untuk mengenakan tarif pada negara-negara yang menolak rencananya terkait Greenland.
Peskov juga menyampaikan kritik dengan menyebut Trump lebih memilih pendekatan kekerasan dalam penyelesaian isu-isu internasional. Dia menekankan bahwa metode ini bertentangan dengan visi Rusia terhadap dunia yang multipolar. Selain itu, Peskov menilai bahwa kemunafikan yang telah lama melanda Eropa turut berkontribusi pada situasi ini, mengisyaratkan standar ganda dalam perspektif Eropa yang mencolok.
Trump juga diketahui mempermalukan pemimpin Eropa dengan membagikan pesan pribadi yang diklaim berasal dari Macron, yang menunjukkan kebingungannya tentang kebijakan AS. Peskov mencatat, setelah pengungkapan tersebut, Eropa tampak terguncang, memperlihatkan betapa dalamnya dinamika hubungan internasional saat ini yang dipengaruhi oleh kebijakan AS dan pergeseran kekuatan global.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/eropa-tak-mampu-menahan-tekanan-trump-berikut-4-penyebabnya-versi-rusia-cnf.jpg)