Monotoneminimal.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai 5,5 persen pada kuartal I tahun 2026. Hal ini diungkap oleh Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, yang menyatakan bahwa target tersebut realistis dan didorong oleh beberapa faktor fundamental.
Fakhrul menjelaskan bahwa salah satu pendorong utama pertumbuhan adalah akselerasi belanja pemerintah pada awal tahun. Tindakan ini terlihat dari pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan domestik. Selain itu, perbaikan indikator di sektor riil, seperti penjualan ritel dan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur, menunjukkan adanya pemulihan dalam aktivitas ekonomi nasional.
Di tengah kondisi ekonomi global yang semakin kompleks, kemampuan Indonesia untuk mempertahankan stabilitas pasar sangat penting. Fakhrul menekankan bahwa kombinasi kebijakan yang kuat dan fondasi domestik yang kokoh adalah kunci untuk menjaga daya tarik investasi di Indonesia. “Di dunia yang semakin dipengaruhi narasi, persepsi menjadi penting. Namun, kredibilitas kebijakan dan kekuatan fundamental pada akhirnya akan menjadi ukuran nyata,” katanya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat berkunjung ke New York dan Washington DC, meyakinkan para investor internasional tentang ketahanan fundamental dan strategi fiskal Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, beberapa investor besar, seperti HSBC dan BlackRock, mengaku optimis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Purbaya menyatakan bahwa jika tren pertumbuhan ini berlanjut hingga kuartal II, kepercayaan investor untuk memperbesar investasi di Indonesia kemungkinan akan meningkat.
Dengan faktor-faktor tersebut, para ekonom berharap pertumbuhan ekonomi akan terus mendukung upaya pemulihan dan pengembangan jangka panjang di Indonesia.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_2637.jpeg)