Site icon monotoneminimal.com

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Harus Ciptakan Nilai Tambah Lebih Besar

[original_title]

Monotoneminimal.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia memerlukan langkah strategis untuk meningkatkan ekspor dan nilai tambah tanpa terjebak pada kenaikan impor yang berlebihan. Hal ini disampaikan oleh Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, dalam wawancara di Jakarta. Ia menegaskan bahwa hilirisasi harus mampu memperkuat rantai produksi domestik serta menciptakan produk yang kompetitif di pasar global.

Menurut Yusuf, sektor ketahanan energi, penguatan industri dalam negeri, perbaikan logistik, dan pengembangan pariwisata serta layanan digital sangat penting untuk meningkatkan posisi neraca transaksi berjalan. Ia juga menyoroti perlunya Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan kepercayaan terhadap cadangan devisa di tengah tantangan eksternal.

Dalam waktu dekat, Yusuf menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pelonggaran kebijakan moneter sambil memantau tekanan dari luar negeri. Pemerintah juga diharapkan lebih selektif dalam pengeluaran yang melibatkan impor tinggi serta melakukan perbaikan pada kebijakan subsidi energi untuk mengendalikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, data terkini menunjukkan, pada kuartal II 2026, defisit transaksi berjalan Indonesia meningkat menjadi 12,5 miliar dolar AS, yang setara dengan 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka tertinggi dalam beberapa tahun. Meskipun terdapat faktor sementara, seperti lonjakan harga energi dan peningkatan impor, situasi ini mencerminkan masalah struktural yang telah ada.

Yusuf menambahkan, meskipun neraca pembayaran hanya mencatat defisit kecil dan cadangan devisa masih berada di level yang aman, kebutuhan devisa tetap meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Ia mengingatkan pentingnya perbaikan neraca barang dan jasa untuk memberikan ruang bagi BI dalam menjaga stabilitas rupiah dan menurunkan suku bunga di masa mendatang.

Exit mobile version