Monotoneminimal.com – Dukungan pemerintah dan legislatif dianggap esensial dalam memerangi praktik keuntungan tidak sah dalam perdagangan saham, serta untuk menjaga stabilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini diungkapkan oleh pengamat sektor finansial, Elvi Diana, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.
Elvi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Komisi XI DPR dalam mengatasi praktik manipulasi saham yang dapat memicu gejolak pasar. Dengan adanya dukungan yang memadai, diharapkan penanganan praktik ilegal ini dapat dilakukan secara transparan dan tuntas. “Keberadaan pengawasan yang kuat dan transparan sangat diperlukan untuk menjaga integritas pasar modal Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) telah berkoordinasi dengan pihak Bareskrim Polri dan OJK terkait kasifikasi pelanggaran di dalam pasar modal. Menurut Irjen Pol. Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, kasus ini terkait dengan manipulasi informasi material yang tidak dilaporkan dalam penawaran umum perdana saham dan laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai.
Penyidik OJK menemukan dugaan transaksi semu yang mempengaruhi harga saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) yang melonjak hingga 7.150 persen. Dari investigasi ini, nilai illegal gain dari insider trading diperkirakan mencapai Rp14,5 triliun. Saat ini, dua orang individu dan satu korporasi dari PT MASI telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penting bagi pasar modal untuk memiliki pengawasan yang efisien agar kepercayaan investor terjaga. Tanpa langkah-langkah reformasi yang tegas, potensi manipulasi pasar akan terus berlanjut, berisiko bagi kestabilan ekosistem investasi di Indonesia.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IHSG-ditutup-turun-4-57persen-ke-level-7.577-06-040326-Ada-6.jpg)