Site icon monotoneminimal.com

Dispar Mataram Atur Pengamen Jalanan dengan Konsep Terstruktur

[original_title]

Monotoneminimal.com – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimplementasikan inisiatif baru untuk menata keberadaan pengamen di destinasi wisata dengan konsep “pengamen terstruktur”. Kepala Dinas Pariwisata, Cahya Samudra, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menghindari pengamen beroperasi secara liar, dan nantinya mereka akan difasilitasi di lokasi-lokasi tertentu yang telah ditentukan.

Dalam pelaksanaannya, dinas akan membentuk satuan tugas untuk memetakan dan mengarahkan para pengamen ke titik lokasi yang sesuai. Seluruh pengamen yang mengais rezeki di area wisata akan didata dan diundang mengikuti proses audisi untuk menilai kemampuan seni mereka. Pengamen yang memenuhi kriteria akan mendapatkan kartu identitas resmi, sehingga proses pengamenan lebih terorganisir.

Uji coba konsep ini akan dimulai di Taman Udayana. Selain menyediakan titik lokasi, Dinas Pariwisata juga menyiapkan fasilitas penunjang, seperti sound system yang memadai, memastikan penampilan pengamen lebih terarah dan profesional. Dengan sistem baru ini, interaksi antara pengunjung dan pengamen akan berubah; pengunjung dapat memberikan apresiasi dengan mendatangi titik penampilan atau kotak tip yang disediakan, alih-alih dipaksa didekati oleh pengamen.

Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi wisatawan dan pengunjung yang ingin menikmati suasana tanpa terganggu, sambil tetap memberikan ruang bagi pengamen untuk menyalurkan bakat dan mencari nafkah. Dengan begitu, paradigma pengamen jalanan diubah menjadi lebih modern dan profesional, mirip dengan musisi jalanan di berbagai negara.

Exit mobile version