Site icon monotoneminimal.com

Derby Manchester: Mengingat Rivalitas dan Transformasi Pep Guardiola

Monotoneminimal.com – Pertemuan antara Manchester United dan Manchester City pada pekan ke-22 Liga Primer Inggris musim 2025/2026 menyoroti dua tim dengan kondisi yang sangat berbeda. Di satu sisi, Manchester United masih berjuang untuk menemukan identitas di bawah manajer Michael Carrick, sedangkan Manchester City telah menunjukkan kestabilan dan keunggulan dalam permainan di bawah asuhan Pep Guardiola.

Rivalitas ini tergolong klasik, dengan titik baliknya terjadi pada September 2009 setelah United mengalahkan City 4-3 di Old Trafford. Sir Alex Ferguson, manajer legendaris United, bahkan melontarkan pernyataan ikonik mengenai “tetangga berisik”, menyiratkan kekhawatiran akan potensi City yang mulai bangkit setelah akuisisi oleh Sheikh Mansour.

Sejak saat itu, kesenjangan antara kedua tim semakin lebar, terutama setelah kekalahan telak United 1-6 di tangan City pada 2011, yang menjadi tanda pergeseran kekuatan. Setelah Ferguson pensiun, Guardiola membawa City meraih kesuksesan dengan filosofi permainan dominan.

Saat ini, Manchester United tertahan di posisi ketujuh klasemen dengan 32 poin, sementara City mengejar posisi puncak dengan 43 poin. United capai satu kemenangan dari lima pertandingan liga terakhirnya, berbanding terbalik dengan City yang tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi.

Dengan modal kemenangan di final Piala FA 2024 dan hasil positif di Etihad pada Desember 2024, Manchester United diharapkan mampu membangkitkan semangat untuk menghadapi tantangan dari “tetangga berisik”. Derby ini menjadi ajang bagi Carrick untuk membuktikan kemampuannya sebagai manajer dan menyongsong harapan baru di Old Trafford.

Exit mobile version