Monotoneminimal.com – Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 30 daerah di Jawa Tengah pada Rabu, 28 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk kemungkinan gelombang tinggi yang mencapai hingga 4 meter di perairan setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan ini mengingat intensitas hujan diprediksi akan meningkat terutama di wilayah Pantura dan bagian timur Jawa Tengah.
Hujan ringan hingga sedang sudah mulai mengguyur sejumlah kawasan di Pantura pada pagi hari, dan diperkirakan akan menjadi lebih lebat saat siang hingga malam. Daerah dengan potensi cuaca ekstrem mencakup Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan beberapa wilayah lainnya. BMKG mengingatkan potensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.
Gelombang tinggi juga menjadi perhatian di perairan utara, dengan tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter, sedangkan di perairan selatan angkanya dapat mencapai 4 meter. Hal ini berisiko untuk aktivitas pelayaran, termasuk bagi kapal nelayan dan transportasi barang.
Prakirawan BMKG, Risca Maulida, menyatakan bahwa angin bertiup dari arah barat utara dengan kecepatan 10–25 kilometer per jam, dengan suhu udara berkisar antara 18 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara di wilayah tersebut mencapai 60 hingga 95 persen, menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya hujan.
Sebagai tambahan, air laut pasang diperkirakan kembali naik, yang dapat mengakibatkan banjir terutama di daerah Pantura pada rentang waktu tertentu. Warga dan pelaku kegiatan di perairan diimbau untuk tetap waspada serta mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan cuaca buruk yang akan datang.