Monotoneminimal.com – Pentagon tidak lagi mengutamakan China sebagai ancaman utama bagi Amerika Serikat. Hal ini terungkap dalam dokumen Strategi Pertahanan Nasional terbaru yang dirilis oleh Pentagon. Dokumen yang memuat panduan keamanan setiap empat tahun ini menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pada keamanan dalam negeri AS serta kawasan Belahan Barat.
Menurut laporan dari BBC, di dalam dokumen tersebut, Pentagon menekankan perlunya perhatian yang lebih besar terhadap “kepentingan konkret” warga Amerika, serta menyatakan bahwa dukungan kepada sekutu-sekutu internasional akan lebih terbatas. Pendekatan baru ini mengikuti publikasi Strategi Keamanan Nasional AS sebelumnya, yang menyebutkan bahwa Eropa sedang menghadapi tantangan besar, namun tidak menganggap Rusia sebagai ancaman langsung.
Perbandingan dengan Strategi Pertahanan Nasional tahun 2022 menunjukkan adanya pergeseran dalam prioritas, di mana sebelumnya China dianggap sebagai ancaman “multi-domain.” Pada 2018, Pentagon menggambarkan kekuatan seperti China dan Rusia sebagai tantangan utama bagi keamanan negara. Dengan keluarnya dokumen terbaru setebal 34 halaman ini, kebijakan yang ada semakin mendekati posisi yang diimplementasikan selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dalam lingkup yang lebih luas, langkah ini diambil walaupun banyak peristiwa terjadi di bawah pemerintahan Trump, termasuk penangkapan Nicolás Maduro di Venezuela dan tekanan terhadap sekutu-sekutu untuk mengambil alih Greenland. Pentagon kini berkomitmen untuk memastikan akses militer dan ekonomi AS ke wilayah penting seperti Terusan Panama dan Teluk Amerika, menunjukkan arah kebijakan yang lebih pragmatis.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/mengapa-china-bukan-lagi-prioritas-keamanan-utama-pentagon-vkw.jpg)